Minggu, 01 November 2015

✿ Patah Hati


Patah Hati?


Aku pernah mendengarnya.
Hanya mendengar.
Aku kira, tidak akan menyakitkan.
Mungkin, seperti tergigit semut kecil saja.

Ternyata, perkiraanku salah.
Patah hati ternyata lebih parah dari apa yang aku bayangkan.
Sakitnya lebih lama dan membekas.
Tak ada obat yang mampu menyembuhkannya.

Kecuali, kebahagiaan.

Ya, Kebahagiaan akan mengembalikan semuanya.
Semua yang pernah dilalui di masa lalu.
Bahkan, hingga kita dapat melupakan rasa sakit itu.

Dulu, aku hanya mendengarnya.
Namun, tiba-tiba aku merasakannya di saat aku tidak ingin menginginkannya.
Kemudian, patah hati itu nyata dan terjadi pada diriku.
Menuntutku untuk lebih tabah menghadapinya.

Patah hatiku, hanya melihatmu bersama dia. Hanya itu. Tetapi, begitu menyakitkan bagiku.

Karena, cintaku tak akan kembali padamu.
Walaupun aku memaksanya.
Kamu tak akan lagi membuka hatimu untukku.
Jika telah ada seseorang di sisimu.

Selain aku. Untuk menggantikan posisiku yang dulu.

Aku?
Harus apa setelah ini?

✿ C I N T A Pertama

Foto dari : Glamorous Temptation - Eps. 02
Tak semudah ini aku melupakan dia.
Melupakan kenangan - kenangan yang telah kami buat bersamanya.
Melupakan apa yang telah kami lalui bersama.
Karena, melupakan adalah hal yang sangat aku benci.

Cinta yang telah aku rasakan ini, satu-satunya rasa yang aku berikan padamu.
Perasaan kagum melebihi seorang teman, aku sebut saja perasaan cinta pada laki-laki.
Ya, kamu adalah laki-laki.
Laki-laki yang membuat gadis sepertiku jatuh cinta begitu saja.

Dan kamu juga memiliki perasaan yang sama sepertiku.
Rasa yang telah jauh kamu simpan di dalam hatimu.
Yang tak pernah bisa membuat kita bersatu.
Walaupun atas dasar kita saling mencintai.

Cinta yang kita miliki adalah kesalahan.
Bukan cinta yang salah, tetapi kita lah yang salah.
Seharusnya, kita tidak pernah bertemu.
Tidak pernah mengenal satu sama lain.
Sehingga tidak ada timbul rasa yang menurutku sangat menakutkan ini.

Di samping hal itu, aku berterimakasih padamu.
Bahwa, kamu adalah cintaku.
Cinta pertamaku yang juga menjadi laki-laki pertamaku dalam kehidupan asmaraku.
Aku tidak akan melupakanmu, walaupun kita tidak lagi bersama.

Bahkan,
selamanya.